Bisnis  

4 Nasib Barang Kiriman Tertahan Bea Cukai yang Tak Diambil Penerimanya

4 Nasib Barang Kiriman Tertahan Bea Cukai yang Tak Diambil Penerimanya


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menjadi sorotan di tengah banyaknya masyarakat yang Penolakan karena barang kiriman dari luar negeri atau Pembelian Barang dari Luar Negeri ditahan.

Beberapa diantaranya yang sempat viral Merupakan alat belajar untuk Sekolah Berkelas (SLB), alat Olahraga untuk Olahragawan paralayang Sampai saat ini sepatu seharga Rp10 juta dan mainan robot Megatron milik seorang influencer.

Barang tersebut tertahan karena pemilik ogah membayar tagihan Retribusi Negara Pembelian Barang dari Luar Negeri yang ditagihkan Sampai saat ini berkali-kali lipat dari harga barang.


Lalu, bagaimana nasib barang kiriman/Pembelian Barang dari Luar Negeri tersebut bila tak diambil pemiliknya?

Mengenai hal ini tertuang dalam Peraturan Pembantu Pemimpin Negara Keuangan (PMK) Nomor 178 Tahun 2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara.

Dalam aturan ini disebutkan ada dua Dalang barang ditahan. Pertama, karena tidak sesuai dengan izin Pembelian Barang dari Luar Negeri atau barang lartas.

Kedua, karena alamat penerima tidak sesuai sehingga dikembalikan ke otoritas kepabeanan.

“Barang yang dikirim melalui penyelenggara pos yang ditunjuk, ditolak oleh alamat atau orang yang dituju dan tidak dapat dikirim kembali kepada pengirim di luar daerah pabean,” tulis Pasal 2 Ayat 1c atauran tersebut yang dikutip pada Kamis (23/5).

Dalam beleid ini ditetapkan, penyelesaian terhadap barang kiriman bisa dilakukan setelah melalui proses Sampai saat ini ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN).

– Barang yang ditimbun di TPP dan dalam waktu 60 hari dan tidak diurus, maka Nanti akan ditetapkan menjadi Barang menjadi Milik Negara (BMN).

– Barang kiriman yang ditahan karena Harus izin Pembelian Barang dari Luar Negeri (lartas) dan tidak diberitahukan dengan benar, ditetapkan menjadi Barang Dikuasai Negara (BDN). Atas BDN tersebut Manakala tidak ada indikasi tindak pidana, maka ditetapkan sebagai Barang menjadi Milik Negara (BMN).

Setelah menjadi BMN, maka secara umum penyelesaian atas barang kiriman antara lain:

1. Lelang, Manakala mempunyai nilai ekonomis dan tidak melanggar perundang-undangan.
2. Penetapan status penggunaan, untuk Membantu tusi K/L.
3. Hibah, untuk tusi Pemda, sosial, Kebiasaan, agama dan kemanusiaan dan tidak mengganggu Kebugaran, keamanan,
keselamatan, lingkungan, dan moral bangsa (K3LM).
4. Pemusnahan, Manakala tidak dapat digunakan, dimanfaatkan dan dihibahkan, tidak punya nilai ekonomis, dilarang Penjualan Barang ke Luar Negeri/Pembelian Barang dari Luar Negeri, dan/atau Mengikuti aturan Sangat dianjurkan dimusnahkan.

(ldy/sfr)


Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > 4 Nasib Barang Kiriman Tertahan Bea Cukai yang Tak Diambil Penerimanya