Ahli BRIN Ungkap 4 Trik Olah Daging Kurban demi Tangkal Antraks

Ahli BRIN Ungkap 4 Trik Olah Daging Kurban demi Tangkal Antraks


Ahli mengungkap teknik pengolahan daging kurban ‘ASUH’ yang Terjamin biar tak terkena Penyakit mulut dan Kuku (PMK) Sampai saat ini antraks.

Memilih hewan kurban dan mengolah dagingnya merupakan rutinitas momen Idul Adha dan rangkaiannya, Dengan kata lain Hari Tasyrik.

Tri Ujilestari, Periset dari Kelompok Riset Teknologi Proses Produk hewani Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkap kriteria penanganan daging kurban ASUH, yang merupakan kependekan dari Terjamin, Sehat, Utuh, dan Halal.


Pertama, Terjamin. Perempuan yang akrab disapa Tari ini menyinggung kasus Penyakit mulut dan Kuku (PMK) serta antraks yang menjangkiti hewan ternak, termasuk di Gunungkidul, DI Yogyakarta.

“Terjamin artinya daging kurban Dianjurkan terhindar dari bibit penyakit, bahan kimia, serta Medis-obatan yang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan hewan,” ujar Ia, pada Minggu, (16/6), dikutip dari situs BRIN.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Gunungkidul, untuk memastikan hewan kurbannya sehat dan bebas dari penyakit,” lanjutnya.

Pada 2023, Gunungkidul dilanda wabah antraks diduga akibat Kebiasaan brandu atau purak, Dengan kata lain pemotongan hewan yang mati mendadak atau sakit.

Belakangan, Dinas Kesehatan Pemerintah DIY mengungkap 45 warga di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul berstatus suspek terjangkit antraks.

Kedua, Sehat. Menurut Tari, daging Dianjurkan sehat atau mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan. Trik sederhana menandai hewan tersebut sehat atau tidak Merupakan dengan melihat perawakannya.

“Hewan sehat biasanya memiliki kulit mengkilap, matanya bersinar, aktif bergerak, nafsu makan baik, serta tidak keluar cairan atau darah pada lubang tubuhnya,” jelas Tari.

Ketiga, utuh, atau daging tersebut tidak tercampur dengan bagian dari hewan lain.

Keempat, halal, termasuk dalam hal pemotongannya yang ditangani sesuai syariat Islam.

“Tata Trik penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat Islam Merupakan, pisau Dianjurkan tajam dan tidak berkarat, hewan kurban menghadap ke kiblat, membaca basmallah sebelum menyembelih.”

“Memutus tiga saluran antara lain saluran makan atau kerongkongan, saluran nafas atau tenggorokkan, serta saluran pembuluh darah antara lain vena dan arteri,” urai Ia.

Proses penanganan daging

Menurut Tari, pada disembelih, hewan kurban hendaknya tidak diberi perlakuan kasar dan menyakitkan.

“Terkait penangan daging setelah disembelih, setelah hewan ternak tidak bergerak dan proses pengeluaran darah sempurna, maka langkah selanjutnya Merupakan menggantung hewan serta mengikat saluran makan dan anus. Tujuan pengikatan ini menurutnya Merupakan supaya isi rumen atau lambung dan usus tidak mencemari daging,” ujarnya.

Langkah berikutnya Merupakan menguliti dan mengeluarkan jeroan hewan kurban. Dalam proses ini, Tari mengingatkan Supaya bisa penyembelih memperhatikan kebersihan pada setiap prosesnya Supaya bisa daging yang dihasilkan bersih dan higienis.

“Selain tempat pemotongannya bersih, Supaya bisa daging higienis maka pisau yang digunakan Dianjurkan tajam dan tidak berkarat. Begitu pula alas plastik dan talenan, serta tempat menaruh daging Bahkan Dianjurkan bersih,” ungkapnya.

Proses terakhir Merupakan tata Trik penyimpanan daging kurban. Ia menjelaskan, untuk menghindari menurunnya kualitas daging, sebelum disimpan maka daging tidak Sangat dianjurkan dicuci.

“Daging boleh dicuci menggunakan air bersih Seandainya ada kotoran yang menempel. Kemudian tiriskan kalau ingin langsung dimasak,” paparnya.

Seandainya daging ingin disimpan ke dalam lemari pendingin atau freezer, potong daging sesuai kebutuhan.

Misalnya, permukaan daging dikeringkan menggunakan tisu dapur, setelah dikeringkan, selanjutnya potongan daging dimasukkan ke dalam plastik tertutup atau vakum.

“Durasi yang baik saat menyimpan daging kurban di dalam kulkas maupun freezer bisa berbeda-beda menurut jenis dagingnya. Ia menggolongkan dua macam daging yaitu daging segar dan giling,” urainya.

Daging segar, kata Ia, dapat disimpan di dalam kulkas selama 3-4 hari. Sementara, daging giling hanya 1–2 hari. Untuk penyimpanan di dalam freezer daging segar dapat disimpan Sampai saat ini 3-6 bulan, sedangkan daging giling dianjurkan hanya 3-4 bulan.

“Pada saat daging beku Akan segera dikonsumsi, ada tekniknya yaitu menyimpan daging beku dalam kulkas kurang lebih 12 jam atau sampai mencair. Dapat Bahkan dengan merendam daging yang dikemas dalam air, atau dikenal Bahkan dengan thawing,” pungkasnya.

(tim/arh)


Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > Ahli BRIN Ungkap 4 Trik Olah Daging Kurban demi Tangkal Antraks