Berita  

BNPB Catat Korban Meninggal Bencana Banjir Besar di Sumbar Jadi 62 Orang

BNPB Catat Korban Meninggal Bencana Banjir Besar di Sumbar Jadi 62 Orang


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat Bencana Banjir lahar dingin dan longsor, dikenal sebagai galodo, yang menerjang enam kabupaten di Sumbar (Sumbar) menjadi 62 orang per Kamis (23/5).

Jumlah korban bertambah setelah satu warga Agam yang sempat dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban yang merupakan warga Nagari Galuang, Kabupaten Agam ditemukan oleh tim SAR gabungan di Jorong Taluak, Nagari Kubang Putih atau sekitar tujuh kilometer dari titik awal kejadian di Nagari Galuang.


Sampai Saat ini Bahkan Bahkan masih ada 10 orang warga Kabupaten Tanah Datar yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Menindaklanjuti arahan Kepala Negara Joko Widodo (Jokowi), BNPB Nanti akan melaksanakan empat hal penting sebagai langkah mitigasi untuk antisipasi risiko potensi bencana serupa di kemudian hari.

Empat hal tersebut antara lain peledakan batu-batu besar material Gunungapi Marapi, normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan Early Warning System.

Peledakan batuan material Gunungapi Marapi diperlukan Supaya bisa Bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu, material batuan ini tidak menyumbat alur aliran air.

Pembangunan sebanyak 56 sabo dam Nanti akan dilakukan di beberapa wilayah sungai yang berhulu ke Gunungapi Marapi. Kementerian PUPR merencanakan Nanti akan memulai pembangunan sabo dam sebanyak delapan unit pada tahun 2024 ini.

Pada tahun 2025 Nanti akan dilanjutkan pembangunan sabo dam sebanyak 34 unit dan tahun 2026 sebanyak 14 unit.

(lid/asa)

Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > BNPB Catat Korban Meninggal Bencana Banjir Besar di Sumbar Jadi 62 Orang