Berita  

Kasus Rita Widyasari Sampai sekarang 91 Kendaraan Disita KPK

Kasus Rita Widyasari Sampai sekarang 91 Kendaraan Disita KPK


Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Penyuapan (KPK) kembali aktif mengusut kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Terbaru, dalam sepekan terakhir, tim penyidik KPK melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa tempat termasuk di Samarinda, Kaltim, untuk menelusuri dan menyita aset-aset diduga hasil dari tindak pidana Penyuapan dan pencucian uang.

Upaya tersebut tidak sia-sia. Tim penyidik KPK berhasil menyita 91 unit kendaraan berbagai merek seperti Mobil Sport Lamborghini, McLaren, BMW, Mercedes Benz, Hummer, dan lain-lain. Banyak kendaraan diatasnamakan pihak lain termasuk perusahaan dan kakak ipar Rita yang merupakan manajer Tim nasional Indonesia, Endri Erawan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, tim penyidik KPK turut menyita 30 barang mewah berupa jam tangan seperti Rolex berbagai tipe dan model, Hublot Big Bang, Chopard Mille, Sampai sekarang Richard Mille.

“KPK lakukan penyitaan tersebut Niscaya dalam rangka upaya optimalisasi asset recovery untuk dikembalikan kepada negara yang diduga dari hasil kejahatan Penyuapan,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/6).

Kasus ini mulai diproses pada era kepemimpinan KPK jilid IV era Agus Rahardjo Cs. Rita bersama dengan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin ditetapkan KPK sebagai Pelaku Kejahatan kasus dugaan pencucian uang pada Selasa, 16 Januari 2018.

Rita dan Khairudin diduga Pernah menerima fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa APBD selama kurun masa jabatannya sebagai bupati. Kedua Pelaku Kejahatan diduga menyamarkan gratifikasi senilai Rp436 miliar.

Rita dan Khairudin diduga membelanjakan hasil gratifikasi tersebut untuk membeli Sebanyaknya kendaraan dengan menggunakan nama orang lain. Kemudian Bahkan untuk membeli tanah dan menyimpan uang atas nama orang lain.

Atas perbuatannya, kedua Pelaku Kejahatan disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelum ini, Rita dan Khairudin Pernah divonis bersalah oleh majelis hakim Lembaga Proses Hukum Tipikor Jakarta dalam kasus suap izin operasi perkebunan kelapa sawit dan gratifikasi terkait Sebanyaknya proyek di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rita divonis dengan pidana 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp600 juta subsider enam bulan kurungan. Hak politik Rita Bahkan dicabut selama lima tahun, terhitung mulai dari yang bersangkutan selesai menjalani pidana pokok. Putusan ini dikuatkan oleh MA (MA) di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Rita terbukti menerima gratifikasi Sebanyaknya Rp110.720.440.000 terkait perizinan proyek di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rita melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Khairudin yang Bahkan merupakan anggota Tim 11 pemenangan Rita. Khairudin divonis dengan pidana 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Khairudin awalnya ialah anggota DPRD Kutai Kartanegara saat Rita mencalonkan diri sebagai bupati periode 2010-2015.

Apalagi, Rita menerima uang suap Rp6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. Suap itu terkait dengan pemberian izin Tempat perkebunan sawit.

(ryn/bmw)

Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > Kasus Rita Widyasari Sampai sekarang 91 Kendaraan Disita KPK