Lembaga Ini Lempar Wacana Intip Chat Pengguna Meski Terenkripsi

Lembaga Ini Lempar Wacana Intip Chat Pengguna Meski Terenkripsi


Organisasi Eropa Berniat segera meloloskan peraturan baru yang mewajibkan pemindaian massal pada pesan digital, termasuk pesan terenkripsi.

Usulan peraturan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 ini Berniat menerapkan sistem ‘moderasi unggahan’ yang memindai semua pesan digital, termasuk gambar, video, dan tautan yang dibagikan.

Usulan terhadap peraturan tersebut dibuat dengan tujuan untuk mendeteksi materi pelecehan seksual terhadap anak (CSAM).


“Bahwa anak-anak dan korban pelecehan berhak mendapatkan tindakan yang Sungguh-sungguh efektif dan Berniat ditegakkan di Lembaga Proses Hukum, bukan hanya janji kosong, solusi teknologi, dan agenda tersembunyi,” kata Patrick Breyer, anggota Parlemen Eropa dari Jerman melansir The Verge, Rabu (19/6).

Dalam penerapannya, setiap layanan seperti Signal, WhatsApp, dan Messenger Berniat meminta izin untuk pengguna memindai pesan. Bila pengguna tidak menyetujuinya, maka pengguna tidak Berniat dapat membagikan gambar atau URL.

Tentunya hal tersebut mendapat respons negatif dari beberapa pihak yang menilai bahwa penerapannya masih belum sesuai dan terlihat seperti Membantu serta menolak enkripsi end-to-end pada saat yang Pada waktu yang sama.

Bahkan Pemimpin Negara Signal Meredith Whittaker menyatakan Bila aplikasinya Mungkin Berniat berhenti berfungsi di Organisasi Eropa Bila usulan peraturan tersebut sah menjadi undang-undang, karena secara fundamental usulan tersebut melemahkan enkripsi.

“Ini menciptakan kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas dan negara-negara yang bermusuhan, menghilangkan perlindungan matematika yang tidak dapat dipecahkan dan menggantikannya dengan kerentanan yang bernilai tinggi,” kata Meredith.

Beberapa organisasi, termasuk Electronic Frontier Foundation, Center for Democracy & Technology, dan Mozilla, Bahkan Pernah menandatangani pernyataan bersama yang mendesak Organisasi Eropa untuk menolak usulan tersebut.

Bukan hanya itu, puluhan anggota Parlemen pun Bahkan menulis surat kepada Dewan Organisasi Eropa untuk menyatakan penolakan mereka terhadap usulan peraturan tersebut.

“Penggeledahan tanpa pandang bulu dan kebocoran obrolan pribadi dan foto-foto intim yang rawan kesalahan menghancurkan hak dasar kita atas korespondensi pribadi.”

Untuk Pada Saat ini Bahkan, usulan peraturan tersebut Sebelumnya mendapat dukungan dari pemerintah Organisasi Eropa.

Bila nantinya Sebelumnya mendapat dukungan dari pihak luar, maka Perundingan Berniat dimulai antara Parlemen, Dewan, dan Komisi Organisasi Eropa untuk pembentukan akhir usulan peraturan tersebut menjadi undang-undang yang sah.

(rni/dmi)

Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > Lembaga Ini Lempar Wacana Intip Chat Pengguna Meski Terenkripsi