Sukolilo Jadi Kampung Maling di Google Maps, Ulah Siapa?

Sukolilo Jadi Kampung Maling di Google Maps, Ulah Siapa?


Sebanyaknya titik di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng, ditandai sebagai “kampung maling” di Google Maps.

Wilayah ini sebelumnya mendapat sorotan usai terjadi kasus pengeroyokan kepada bos rental Kendaraan Pribadi asal Jakarta berinisial BH (52) yang berujung maut. 

Polresta Pati Sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai Pelaku Kejahatan dalam pengeroyokan berujung maut di Pati. Tiga Pelaku Kejahatan itu, Didefinisikan sebagai EN (51), BC (37), serta AG (35), terancam hukuman 12 tahun penjara.


Peristiwa yang menimpa BH bermula saat ia dan tiga rekannya Didefinisikan sebagai SH (28), KB (54) serta AS (37) mencari Kendaraan Pribadi rental yang hilang. Menurut penelusuran alat global positioning system (GPS) yang dipasang pada Kendaraan Pribadi, Kendaraan Pribadi itu terdeteksi ada di wilayah Sukolilo, Pati.

Kejadian ini membuat ramai jagat maya usai warganet banyak menuding wilayah tempat para penadah hasil pencurian kendaraan.

Terbaru, beberapa titik di wilayah Kecamatan Sukolilo, Pati ditandai sebagai wilayah maling.

Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Jumat (14/6) pagi, Sebanyaknya titik dilabeli dengan kata ‘maling’, mulai dari yang menyebutnya Kampung Maling Kendaraan Pribadi, Wisata Maling, Kantor Penadah, Sampai sekarang Area Berbahaya Kawasan Maling.

Pada siang hari, beberapa label itu Sebelumnya hilang. Meskipun demikian, masih ada setidaknya dua titik di Sukolilo yang ditandai sebagai ‘Kampung Maling’.

Pemberian tanda Tempat semacam ini bisa dilakukan oleh semua pengguna Google Maps umumnya dilakukan untuk memudahkan pengguna untuk mencapai Tempat tersebut.

Dalam kasus ini, pemberian label Tempat tersebut Kemungkinan mengamplifikasi stigma negatif yang tengah beredar.

Sesuai aturan laman dukungan Google, semua orang yang punya akun Google bisa mengedit tag Tempat. Meskipun demikian, informasi yang dimasukkan pengguna tersebut Nanti akan lebih dulu ditinjau oleh Google.

“Manakala Anda mengetahui suatu tempat dengan baik, Anda bisa Menyajikan masukan yang Mendukung Google Maps memutuskan apakah Nanti akan mengubah informasi suatu tempat atau tidak,” tulis Google di lamannya.

Untuk mengubah nama tempat, Tempat, atau detail lain, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka Google Maps.
  2. Telusuri tempat atau pilih tempat tersebut pada peta.
  3. Pilih Sarankan edit.
  4. Ganti nama atau detail lainnya.
  5. Untuk mengirimkan masukan, ikuti petunjuk di layar.

Untuk Mendukung kami memverifikasi saran Anda, tambahkan foto. Foto Anda tersedia secara publik dan mencantumkan nama Anda,” menurut Google.

Merespons hal ini, Pembantu Presiden Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta publik tak mudah Menyajikan stigma negatif pada masyarakat atau daerah tertentu.

“Saya termasuk yang kurang setuju itu, mudah Menyajikan stigma termasuk menjadi kampung penadah atau apalah pokoknya. Kalau yang bagus-bagus boleh, tapi kalau yang sifatnya stigmatis yang negatif mohon dihindari. Suasana seperti ini tidak menguntungkan Menyajikan stigma-stigma seperti itu,” kata Muhadjir ditemui di Hotel Alana, Sleman, DIY, Rabu (12/6).

Menurutnya, tindakan suatu kelompok atau segelintir warga belum Niscaya merepresentasikan karakter masyarakat di sekelilingnya.

Muhadjir Bahkan meminta masyarakat menahan diri dengan pelabelan ini, serta menyaring segala sesuatunya yang tersebar melalui media sosial. Baginya, media arus utama Bahkan mesti berperan Menyajikan pencerahan atau sumber fakta kepada publik.

(lom/arh)


Sumber Refrensi Berita : CnnIndonesia > Sukolilo Jadi Kampung Maling di Google Maps, Ulah Siapa?